Selasa, 23 November 2010

LAPARASKOPI CIKAL BAKAL BEDAH MASA DEPAN

JAKARTA, KCM - Teknik laparoskopi atau pembedahan minimal invasiv diperkirakan menjadi trend bedah masa depan. Bahkan pada 2010 mendatang, sekitar 70-80 persen tindakan operasi di negara-negara maju akan menggunakan teknik ini. "Di negara-negara maju seperti Eropa, Amerika, dan beberapa negara Asia seperti Jepang, secara perlahan teknik konvensional akan diganti menjadi teknik minimal invasif. Bahkan pada 2010 nanti sekitar 70 hingga 80 persen pembedahan akan menggunakan teknik minimal invasif," ungkap Dr. Errawan R. Wiradisuria, SpB(K)BD Sekjen Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopi Indonesia (PBEI) dalam diskusi Bedah Saluran Cerna dengan Teknik Bedah Invasif di RS International Bintaro, Tangerang, Selasa (8/1) kemarin. Menurut Errawan, teknik laparoskopi kini banyak diminati karena banyak keuntungan yang diperoleh pasien. Selain luka minimal, waktu operasi pun singkat dan masa penyembuhan pun menjadi lebih cepat.

Laparoskopi sendiri merupakan teknik bedah tanpa harus membuka dada atau perut, melainkan dilakukan lewat dua atau tiga lubang berdiameter masing- masing 2 hingga10 milimeter. Satu lubang untuk memasukkan kamera mini (endokamera) yang memindahkan gambaran bagian dalam tubuh ke layar monitor, sedangkan dua lubang lain menjadi jalan masuk peralatan bedah. Karena lukanya minimal, pemulihan menjadi lebih cepat, mengurangi nyeri pascaoperasi, dan rawat inap lebih singkat. Dari segi estetik juga menguntungkan karena parut/bekas luka yang ditinggalkan sangat kecil, tidak mengganggu penampilan.

Teknik laparoskopi menurut Errawan kini sudah banyak dilakukan untuk beragam kasus operasi di Indonesia. Bahkan beberapa Rumah Sakit telah menetapkan teknik laparoskopi sebagai prosedur baku untuk beberapa jenis operasi. "Di indonesia, teknik laparoskopi banyak paling banyak digunakan untuk pengangkatan batu dan kantung empedu, operasi usus buntu dan pelepasan perlengketan. Operasi ini juga digunakan untuk tumor usus, batu di saluran empedu, hernia dan gastric banding," terang Errawan.

Di Indonesia, teknik bedah laparoskopi mulai dikenal di awal 1990-an ketika tim dari RS Cedar Sinai California AS mengadakan live demo di RS Husada Jakarta. Selang setahun kemudian, Dr Ibrahim Ahmadsyah dari RS Cipto Mangunkusumo melakukan operasi laparoskopi pengangkatan batu dan kantung empedu (Laparoscopic Cholecystectomy) yang pertama. "Sejak 1997, Laparoscopic Cholecystectomy menjadi prosedur baku untuk penyakit-penyakit kantung empedu di beberapa rumah sakit besar di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia," ungkapnya.

Telesurgery Robotic
Bila di Indonesia, teknik laparoskopi masih digunakan untuk beberapa kasus dengan peralatan yang masih terbatas. Di negara-negara maju, teknik laparoskopi sudah memasuki tahap lanjutan (advanced laparoscopic), di mana pembedahan telah menggunakan robot (robotic surgery) dan koneksi via satelit untuk operasi jarak jauh (telepresence minimal invasive surgery). Pada teknik telepresence ini, operasi tetap dilakukan oleh dokter namun dengan bantuan tangan robot. Pasien dan dokter bisa berada di tempat berbeda. Adanya jarak dapat diatasi dengan bantuan koneksi satelit sehingga operasi tetap dilakukan dengan melihat layar monitor. "Teknik telepresence dengan robot pernah berhasil dilakukan di Bordeaux Prancis. Dokter hanya sebagai operator saja, pergerakan robot diatur memakai joystick. Hasilnya luar biasa, karena robot punya presisi yang sangat baik. Jadi segala hal yang awalnya mustahil, bisa menjadi kenyataan di masa depan," tandas Errawan.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:03 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Mon May 31, 2010 10:23 am

LEBIH MENGUNTUNGKAN DENGAN BEDAH LAPARASKOPI
Jumat, 11 Januari 2008 | 01:02 WIB
Kompas.com - PERKEMBANGAN yang pesat di bidang teknologi kesehatan khususnya ilmu bedah telah mendatangkan manfaat dan keuntungan yang besar bagi kehidupan manusia. Ditemukannya teknik bedah Laparoskopi atau bedah minimal invasiv misalnya, kini telah mulai menggantikan teknik-teknik konvesional kecuali pada kasus-kasus tertentu. Laparoskopi, yang merupakan revolusi besar di bidang ilmu bedah, kini banyak dipilih karena prosedurnya yang mudah serta waktu operasi yang lebih singkat ketimbang konvesional. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk operasi menggunakan pencitraan pada monitor dengan memakai teleskop dan sistem endokamera ini rata-rata hanya berlangsung sekitar 30 menit sampai dua jam saja. Sedangkan operasi konvesional memerlukan waktu minimal dua hingga tiga jam. Operasi ini disebut invasif minimal karena tanpa harus membuka bagian tubuh dengan sayatan besar, tapi dengan sedikit sayatan saja. Alhasil, kerusakan pada jaringan tubuh pun dapat diminimalisir, pasien pun dapat pulih dengan lebih cepat.

"Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari teknik bedah laparoskopi ini. Operasi ini mengurangi kerusakan pada jaringan, mengurangi nyeri pasca bedah, penyumbuhan luka yang lebih cepat, serta pemulihan peristaltik (pergerakan) usus yang tidak terlalu lama," terang Dr. Errawan R Wiradisuria SpB(K)BD dari perhimpunan bedah Endo-Lapaoroskopi Indonesia (PBEI) dalam pemaparannya tentang "Bedah Saluran Cerna dengan Teknik Invasiv Minimal" di RS International Bintaro, Selasa (8/1). Khusus menyoal pemulihan peristaltik usus, lanjut Errawan, pada bedah laparoskopi memungkinkan lebih cepat terjadi mengingat organ (usus) tidak perlu dikeluarkan dari perut atau pun dipegang dokter. Peristaltik usus lebih akrab ditandai dengan buang angin atau kentut pasca operasi, dan ini merupakan salah satu tanda telah pulihnya fungsi alat pencernaan.

"Pada operasi konvesional untuk mengangkat empedu misalnya, dokter biasanya harus membuat sayatan sepanjang 20 sentimeter dan mengeluarkan lebih dulu usus dari perut dan kemudian memotong kantung empedu. Karena usus dipegang-pegang, biasanya butuh waktu lama untuk bergerak lagi setelah operasi," ujarnya.
Namun dengan Laparoskopi, tambah Errawan. dokter tidak perlu memegang usus sehingga gerak peristaltik pun bisa lebih cepat terjadi. "Bila bising ususnya sudah positif, pasien boleh langsung minum. Oleh karena itu, rata-rata setelah dua hari pasca operasi laparoskopi, pasien boleh pulang," tambahnya.

Keuntungan lain dari teknik Laparoskopi menurut Errawan adalah hasil estetika operasi. "Untuk operasi usus buntu misalnya, luka bekas operasinya relatif tidak terlihat. Di bagian perut hanya 0,2 cm saja, di bagian atas bulu kemaluan hanya 0,5 cm dan dipusar hanya 1 cm saja. Padahal kalau operasi konvensional bisa disayat hingga 5cm atau 7cm," jelasnya. Kuntungan lain dari teknik laparoskopi menurut Errawan adalah mencegah pelengketan usus, mengingat pasien yang habis operasi besar apapun kemungkinan bisa mengalami pelengketan 20 hingga 40 persen. "Hanya nanti manifesnya akan sangat tergantung kepada individu," ujar Errawan. Bedah laparoskopi, yang biasanya memakan biaya minimal sekitar Rp30 juta, juga mendatangkan manfaat yang bersifat intangible bagi para pasien. Misalnya, masa pemulihan lebih cepat serta rawat inap lebih singkat sehingga pasien pun dapat segera kembali melakukan rutinitas semula.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Mon May 31, 2010 10:25 am

LAPARASKOPI, BEDAH DENGAN SAYATAN KECIL
Sabtu, 5 April 2008 | 15:18 WIB
Kompas.com - KEMAJUAN teknologi telah membawa perkembangan berarti di dunia bedah. Laparaskopi diperkenalkan di awal tahun 1990an dengan metode sayatan kecil sepanjang 2-3 cm menolong pasien tidak perlu berlama-lama di rumah sakit dan menghabiskan banyak biaya. Didukung oleh perkembangan IT yang mutakhir, teknologi laparaskopi pun turut berkembang. Panjangnya sayatan yang diperlukan dalam metode bedah ini menjadi 0.5-2 cm saja. Dengan demikian, masa penyembuhan pasien lebih singkat lagi.

"Jadi ini suatu kemajuan IT yang tentu membantu kita dalam dunia kedokteran. Bagaimana kita melakukan bedah dengan lubang-lubang kecil tanpa tangan kita masuk," ujar Direktur Eksekutif Pondok Indah Healthcare Group Dr. Hermansyur Kartowisastro pada konferensi pers Live Demo on Advance Laparascopic Surgery II di Jakarta, Sabtu (5/4). Laparaskopi adalah tindakan bedah yang tidak membutuhkan sayatan lebar karena menggunakan alat bantu kamera kecil yang dapat dimasukkan dalam rongga abdomen. Metode ini dikatakan makin berkembang dengan didukung oleh peralatan canggih yang disebut Endo Alfa.

Alat ini merupakan yang pertama di Indonesia dan yang ketiga di Asia, selain Jepang dan Hongkong. Endo Alfa dilengkapi dengan teknologi Narrow Brand Image (NBI) yang menangkap keganjilan-keganjilan pada rongga yang diperiksa dalam warna yang lebih spesifik. Dengan gambar yang lebih jelas, dokter dapat dengan tepat dan cepat mendeteksi keganasan kanker sejak dini.

Laparaskopik dimulai dengan tindakan pre-operasi seperti biasanya. Bedanya, kalau dulu pada saat bedah tangan dokter harus masuk untuk memeriksa benjolan atau indikasi kanker lain, sekarang hal itu tidak perlu dilakukan lagi di awal. Dokter bedah cukup melakukan metode yang tergolong bedah invasi minimal ini dengan empat lubang yang paling besar hanya berukuran 0.5-2cm dan kemudian memasukkan kamera untuk menemukan kanker.

Menurut Ketua Komite Medik RS Puri Indah Dr. Sigit Tjahyono, perkembangan Laparaskopik sendiri yang awalnya hanya untuk rongga-rongga abdomen, sekarang sedang bergerak menuju penerapannya untuk rongga-rongga lain. "Sekarang laparaskopik tidak hanya untuk perut saja. Bisa untuk ortopedi, keilmuan bedah syaraf, keilmuan ginekolog, bedah torax, jantung, tumor paru, empedu," ujar Sigit dalam presentasi sebelumnya. Menurut keterangan Sigit, banyak rumah sakit di daerah sudah bisa melakukan Laparaskopi namun alat mutakhir Endo Alfa hanya ada satu, yaitu di Jakarta.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Mon May 31, 2010 10:27 am

LAPARASKOPI
Adalah suatu tindakan bedah minimal invasif, yang awalnya digunakan untuk bedah digestif ( bedah bagian perut dan saluran pencernaan ), namun saat ini telah meluas sebagai terapi terkini penanggulangan batu empedu dan beragam penyakit kandungan.
Artinya pada saat pembedahan, bagian tubuh pasien tidak perlu disayat panjang dan dibuka, cukup dibuat lubang yang sangat kecil ( 10 mm ).
Tindakan pembedahan menggunakan kamera fiber optik yang dimasukkan kedalam lubang kecil tadi, untuk melacak sumber penyakit.
Bila sumber penyakit telah diketahui, lalu diangkat dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui lubang yang sangat kecil tersebut.

Biasanya dibuat sayatan kecil pertama dibawah lipatan pusar untuk memasukkan gas CO2, yang bertujuan untuk menggembungkan perut pasien sehingga usus tertekan kebawah dan nampak 'ruang' didalam perut untuk pengoperasian. Maka dimasukkan trocar ( alat seperti pipa berukuran 2-10 milimeter dengan klep untuk akses kamera dan alat alat operasi yang dibutuhkan selama pembedahan ).
Setidaknya ada 3 trocar yang dipasang di tubuh, namun bila dibutuhkan akan dipasang trocar ke 4.
Trocar pertama diletakkan dibawah pusar tadi. Trocar kedua, kira kira 4cm dari tulang dada ( antara dada dan pusar ). Dan trocar ketiga dipasang di pertengahan trocar kedua, agak kesebelah kanan ( dibawah tulang iga ). Trocar keempat hanya dipasang bila dibutuhkan, yaitu disebelah kanan bawah.

Trocar pertama berfungsi sebagai tempat dimasukkannya kamera, melalui kamera yang dihubungkan dengan layar monitor, dokter akan melihat organ organ tubuh pasien dan bagian yang perlu dioperasi. Di layar monitor organ organ tubuh gambarnya diperbesar 20x sehingga tampak sangat jelas.
Trocar kedua, ketiga dan keempat adalah trocar kerja, yang digunakan sebagai akses masuk alat alat operasi.

Kelebihan Laparaskopi dibanding operasi biasa:
1. Luka operasi sangat kecil.
2. Perdarahan sangat sedikit.
3. Setelah pembedahan tidak terlalu sakit
4. Penggunaan kamera membuat daerah yang akan dioperasi tampak lebih jelas.
5. Lama pembedahan lebih singkat.
6. Rawat inap menjadi lebih pendek.
7. Dapat segera melakukan aktifitas harian.
8. Dapat membantu mendiagnosa penyakit yang bahkan tidak terdeteksi oleh alat penunjang diagnosa lainnya, sekaligus menindaklanjutinya.
9. Dapat melakukan eksplorasi yang sangat luas dan tindakan major dengan akses yang minimal untuk setiap penyakit bedah.

Kerugian laparaskopi
1. Pada saat memasukkan alat menembus ke rongga perut, dapat melukai usus dan pembuluh darah.
2. Efek samping penggunaan gas CO2, dapat terjadi gejala kelebihan gas CO2 di dalam darah, kalau operasi berlangsung terlalu lama.
3. Membutuhkan keahlian / ketrampilan dokter bedah yang tinggi.
4. Memerlukan peralatan yang lebih rumit dan bervariasi dibandingkan operasi cara konvensional.

Indikasi pembedahan dengan Laparaskopi:
1. Operasi empedu.
2. Operasi usus buntu.
3. Operasi hernia.
4. Operasi perlengketan usus.
5. Operasi kista ovarium.
6. Operasi tumor rongga perut.
7. Operasi pernanahan hati.
8. Operasi tumor usus.
9. Operasi TBC usus.
10.Operasi trauma, biopsi, ascites, diagnotik, dll.

Melakukan diagnostik dengan laparaskopi lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan USG, CT Scan atau MRI karena dengan menggunakan laparaskopi dokter dapat melihat secara langsung penyakit apa yang ada di perut pasien.
Operasi laparaskopi dewasa ini sudah banyak dilakukan dalam berbagai prosedur operasi, bahkan dalam banyak kasus sudah dapat menggantikan prosedur operasi yang konvensional ( laparatomi ) karena berbagai keuntungan dan kelebihan dari prosedur laparaskopi ini.
Kalau diperlukan suatu prosedur operasi, maka saat ini operasi laparaskopi menjadi pilihan utama, kecuali secara teknik tidak memungkinkan.

Sumber:
Info Serpong edisi 53/V/januari 2010
Seputar Indonesia Senin 8 Februari 2010
Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Dokter Kita Edisi 4 Tahun V April 2010

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Thu Jul 08, 2010 9:12 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Mon May 31, 2010 10:39 am

PELAYANAN BEDAH LAPARASKOPINDI RS BINTARO
BEJANA - Edisi Februari 2008 (Vol.7 No.7 Farmacia
Di tahun 2010, sekira 70-80% prsedur pembedahan konvensional diharapkan sudah beralih ke bedah minimal invasif.
Penemuan teknik bedah Laparoskopi di akhir abad ke-20 merupakan sebuah revolusi di bidang ilmu bedah. Bedah laparoskopi menggunakan teknik bedah minimal invasif yang memiliki banyak keuntungan dibandingkan bedah konvensional.

Adalah George Kelling yang mengenalkan metode laparoskopi di tahun 1901. Kelling penasaran dan ingin tahu bagaiman reaksi organ jika ditempatkan di sebuah rongga udara? Ia lantas menciptakan metode menggunakan alat untuk meneropong rongga abdomen. Dengan cystoskope, ia bisa melihat rongga abdomen seekor anjing.

Tiga puluh satu tahun kemudian, Pablo Luis Mirizzi seorang dokter dari Argentina melakukan operasi Cholangiography untuk pertama kali. Sejarah panjang pun bergulir. Teknik bedah minimal invasif ini terus mengalami perkembangan. Hingga memasuki abad milennium, bedah laparoskopi tak terbendung dan hampir menggantikan operasi-operasi dengan teknik konvensional kecuali pada kasus-kasus tertentu seperti kelainan kongenital (cacat bawaan), bedah kosmetik dan lain-lain.

Menurut Dr. Errawan R. Wiriadisuria SpB(K)BD dari Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopi Indonesia (PBEI), di tahun 2010, sekitar 70-80% prosedur pembedahan diharapkan sudah beralih ke bedah minimal invasif. "Karena hasilnya lebih optimal. Dengan bedah minimal invasif rasa sakit bisa diturunkan dan pemulihan pasien jauh lebih cepat," jelas Errwan.

Laparoskopi adalah bagian dari tekni endoskopi, berasal dari kata lapar yang berarti abdomen dan oskopi yang artinya melihat melalui skope. Laparoskopi memang khusus untuk melihat rongga perut atau rongga di luar usus melalui pencitraan pada monitor video menggunakan teleskop dan sistem endokamera. Selain laparoskopi, juga dikenal gastroskopi (khusus melihat saluran cerna bagian atas), kolonoskopi (usus besar), dan endoskopi retrograde kolagio-pankreatografi/ERCP untuk saluran empedu dan pankreas.

Bedah laparoskopi berbeda dengan bedah konvensional karena laparoskopi hanya membutuhkan akses minimal ke tubuh pasien. Pada bedah konvensional, sayatan di perut bisa sepanjang belasan sentimeter. Sementara, pada bedah laparoskopi, akses yang dibutuhkan hanya 2 milimeter sampai 10 milimeter. Tak ada lagi cerita benang jahit dalam laparoskopi.

Dengan bedah laparoskopi, paling-paling hanya dibutuhkan empat hingga lima lubang kecil untuk memasukkan alat. Lantaran akses yang dibutuhkan kecil, tindakan penjahitan tak dibutuhkan lagi. Lubang kecil yang dihasilkan cukup ditutup dengan plester pembalut (band aid) khusus. Setelah luka tersebut kering pun, tak akan ada bekas luka parut memanjang yang kadang menakutkan.

Bedah laparoskopi menggunakan minimal tiga lubang sebagai akses. Lubang pertama dibuat di bawah pusar. Fungsinya untuk memasukkan kamera super mini, yang terhubung ke monitor, ke dalam tubuh. Lewat lubang itu pula, sumber cahaya dimasukkan. Sementara, dua lubang lain diposisikan sebagai jalan masuk peralatan bedah seperti penjepit atau gunting.

Sebelum operasi dimulai, perut bakal dipompa dengan gas CO2 agar menggembung dan peralatan bedah dapat leluasa "menari-nari" di dalam tubuh. Setelah itu, trocart, pipa berdiameter 2 milimeter sampai 10 milimeter, dimasukkan. Trocart mempunyai katup yang berfungsi menutup rapat perut agar CO2 tak keluar kembali dan perut tetap menggelembung. Melalui lubang trocart itulah, peralatan bedah masuk ke tubuh.

Laparoskopi bisa diindikasikan untuk kasus-kasus eletif (terencana), emergensi, maupun untuk kasus yang sulit (advance laparoscopic). Untuk kasus yang terencana, laparoskopi dilakukan untuk kolesistektomi, apendiktomi, adesiolisis, maupun hernia repair. Dalam kondisi darurat, laparoskopi bertindak untuk kasus kebocoran apendik, mendiagnosis trauma, dan kebocoran usus duodenal.

Advance laparoscopic sudah sampai pada teknik dan indikasi yang lebih rumit. Misalnya needlescopic surgery, gastric banding, hand assisted laparoscopic surgery (HALS), laparoscopic resection (pemotongan usus besar), dan yang tengah dikembangkan robotic surgery maupun telesurgery.

Menurut Errawan, dengan pembedahan minimal, maka rasa nyeri dan kerusakan jaringan bisa dikurangi. Penyembuhan luka pasca operasi pun lebih cepat. Yang tak bisa dilupakan, pemulihan peristaltik juga menjadi lebih cepat. "Karena sentuhan terhadap usus juga minimal, sehingga begitu operasi selesai maka gerakan usus bisa cepat pulih. Pasien bisa cepat buang angin yang menjadi tanda bahwa gerakan peristaltik usus sudah kembali normal," ujar dokter sehari-hari berpraktik di RS Persahabatan ini. Masih ada keuntungan lain yakni mencegah perlengketan atau adesi pascaoperasi.
Tergantung SDM dan Peralatan

Laparoskopi adalah operasi yang keberhasilannya sangat tergantung pada kemampuan dokter dan ketersediaan alat. "Ketergantungan laparoskopi pada alat sangat tinggi," tegas Errawan.

Karena itu dalam laparaskopi ada istilah conversion atau penyesuaian. Misalnya ditemukan indikasi lain dari yang sudah terdiagnosa sebelumnya, misalnya terjadi perlengketan usus, maka insisi yang seharusnya hanya 3 milimeter bisa menjadi 10 cm. Angka kejadian konversi sekitar 30%. Kemungkinan adanya konversi harus dibicarakan dengan pasien sebelum tindakan.

Laparoskopi juga memiliki kelemahan yang banyak terkait dengan alat. Misalnya gambar yang 2 dimensi di layar, dan dibutuhkan penyesuian berkaitan dengan adanya sensasi baru (new tactile sensation), interaksi di antara visual dan operatif (hand and eyes coordination), kurangnya persepsi kedalaman (lack of depth perception), dan pergerakan yang berlawanan pada kamera.

Dokter yang melakukan juga harus sangat terlatih. Dijelaskan Errawan, basic ilmu seorang ahli laparoskopik adalah dokter bedah (bedah yang menggunakan pisau hanya ada dua yakni spesialis bedah dan obgin). Dokter bedah harus mengikuti kursus dasar laparoskopi yang diawali teori, simulasi dan praktik pada binatang (babi). Setelah dasar dikuasai dilanjtkan dengan basic advance course. Setelah itu dia harus magang pada ahli laparoskopi. Ada ketentuan untuk berapa lama dan berapa jumlah pasien yang ditangani. Magang dilanjutkan dengan supervisi sebelum dinyatakan layak dan mendapat surat kompetensi.

Karena keterbatasan SDM dan peralatan yang mahal, maka belum banyak rumah sakit di Indonesia yang menyediakan layanan ini. RS Internasional Bintaro, adalah salah satunya. Laparoskopi di RSIB masuk dalam pelayanan Endoskopi saluran cerna. Ruang pelayanan endoskopi RSIB terletak bersebelahan dengan ruangan bedah agar kebersihan dan sterilisasi ruangan dapat terjaga. Pemantauan pasca operasi juga sangat diperhatikan dengan dimaksimalkannya ruang pemulihan.

Ruang pemulihan RSIB sengaja ditempatkan bersebelahan dengan ICU, sehingga penanganan intensif dapat dengan cepat diberikan bila pasien mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Kenyamanan rupanya sangat diutamakan RSIB. Selain tidak disatukan dengan pelayanan umum, di ruang pemulihan ini pasien bisa bertemu dengan keluarga maupun dokter setiap saat. Pasien pun diharapkan cepat pulih dan merasa puas dengan layanan petugas RSIB.

Sejarah Laparoskopi di Indonesia
* 1990
Tim RS Cedar Sinai, California Amerika Serikat mengadakan live demo di RS Husada Jakarta.
*1991
Dr Ibrahim Ahmadsyah dkk (RSCM) melakukan operasi pengangkatan batu dan kantung empedu (Laparaoscopic Cholecystomy) yang pertama di Jakarta
*31 Januari 1994
di Bandung didirikan Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopi Indonesia (PBEI).
*1997
Sejak tahun ini Laparaoscopic Cholecystomy menjadi prosedur baku untuk penyakit-penyakit kantung empedu (symptomatic gall blader) di beberapa rumah sakit besar di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia.
*1998
Dr. Barlian Sutedja dkk (RS Pluit) melakukan pertama bedah minimal invasif dalam operasi eksplorasi saluran empedu/Laparoscopic Common Bile Duct Exploration (LCBDE).
*2003
Dr. Errawan Wiriadisuria (RS Persahabatan) melakukan operasi bedah minimal invasif pemotongan usus dan penyambungan usus besar (laparoscopic colonic resection).

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:02 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Jun 01, 2010 6:15 am

TINDAKAN BEDAH MINIMAL INVASIF LAINNYA:
1. Arthroskopi ( Bedah Orthopedi / Bedah Tulang ).
2. Endoskopi ( Bedah Digestif / saluran cerna ).
3. Kolonoskopi ( Bedah Digestif / saluran cerna ).

Endoskopi
Endoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam dengan menggunakan selang/tabung serat optik yang disebut endoskop.
Endoskop yang dimasukkan melalui mulut bisa digunakan untuk memeriksa:
- kerongkongan (esofagoskopi)
- lambung (gastroskopi)
- usus halus (endoskopi saluran pencernaan atas).
Jika dimasukkan melalui anus, maka endoskop bisa digunakan untuk memeriksa:
- rektum dan usus besar bagian bawah (sigmoidoskopi)
- keseluruhan usus besar (kolonoskopi).

Diameter endoskop berkisar dari sekitar 0,6 cm-1,25 cm dan panjangnya berkisar dari sekitar 30 cm-150 cm.
Sistem video serat-optik memungkinkan endoskop menjadi fleksibel menjalankan fungsinya sebagai sumber cahaya dan sistem penglihatan.
Banyak endoskop yang juga dilengkapi dengan sebuah penjepit kecil untuk mengangkat contoh jaringan dan sebuah alat elektronik untuk menghancurkan jaringan yang abnormal.

Dengan endoskop dokter dapat melihat lapisan dari sistem pencernaan, daerah yang mengalami iritasi, ulkus, peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal. Biasanya diambil contoh jaringan untuk keperluan pemeriksaan lainnya.
Endoskop juga bisa digunakan untuk pengobatan. Berbagai alat yang berbeda bisa dimasukkan melalui sebuah saluran kecil di dalam endoskop:
Elektrokauter bisa digunakan untuk menutup suatu pembuluh darah dan menghentikan perdarahan atau untuk mengangkat suatu pertumbuhan yang kecil
Sebuah jarum bisa digunakan untuk menyuntikkan obat ke dalam varises kerongkongan dan menghentikan perdarahannya.

Sebelum endoskop dimasukkan melalui mulut, penderita biasanya dipuasakan terlebih dahulu selama beberapa jam. Makanan di dalam lambung bisa menghalangi pandangan dokter dan bisa dimuntahkan selama pemeriksaan dilakukan.
Sebelum endoskop dimasukkan ke dalam rektum dan kolon, penderita biasanya menelan obat pencahar dan enema untuk mengosongkan usus besar.
Komplikasi dari penggunaan endoskopi relatif jarang. Endoskopi dapat mencederai atau bahkan menembus saluran pencernaan, tetapi biasanya endoskopi hanya menyebabkan iritasi pada lapisan usus dan perdarahan ringan.

Laparoskopi
Laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan menggunakan endoskop
Laparoskopi biasanya dilakukan dalam keadaan penderita terbius total.
Setelah kulit dibersihkan dengan antiseptik, dibuat sayatan kecil, biasanya di dekat pusar. Kemudian endoskop dimasukkan melalui sayatan tersebut ke dalam rongga perut. Dengan laparoskopi dokter dapat:
- mencari tumor atau kelainan lainnya
- mengamati organ-organ di dalam rongga perut
- memperoleh contoh jaringan
- melakukan pembedahan perbaikan.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:02 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Jun 01, 2010 6:18 am

TOTAL HIP REPLACEMENT
Anda yang bermasalah dengan persendian pinggul, baiknya mulai mempertimbangkan Total Hip Replacement ( THR ) sebagai solusi, apalagi sekarang THR dapat dilakukan dengan minimally invasive surgery yang jauh lebih memudahkan.
THR adalah prosedur operasi dimana tulang dan kartilago ( tulang halus ) persendian pinggul yang rusak diganti dengan sendi artifisial.
Sendi pinggul artifisial ( implan ) yang dipersiapkan untuk mengganti kartilago terdiri atas bagian batang yang terbuat dari titanium atau campuran cobalt / chromium. Bagian bolanya terbuat dari keramik atau campuran cobalt / chromium yang dibuat selicin mungkin untuk memudahkan pergerakan di dalam rongga mangkok. Sementara mangkoknya terbuat dari logam, ultrahigh molecular weight polyethylene, atau gabungan logam dan polyethylene.

Ada beberapa metode pemasangan implan:
1. Cemented Hip Implant
Implan difiksasi dengan menggunakan semen tulang.
Direkomendasikan bagi mereka yang berusia diatas 60 tahun, penderita rheumatoid arthritis, bagi pasien yang masih muda namun kualitas dan densitas tulangnya buruk.

2. Porous Hip Implant
Implan dipasang tanpa semen.
Direkomendasikan untuk mereka yang berusia dibawah 50 tahun, aktif atau pasien dengan kualitas tulang yang baik.

3. Hybrid Hip Implant
Merupakan gabungan dari kedua cara diatas.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Fri Jul 09, 2010 4:49 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Jun 01, 2010 6:22 am

OPERASI PADA CEDERA LUTUT
Anterior Cruciate Ligament ( ACL ) adalah urat didalam sendi yang menjaga kestabilan sendi lutut agar sendi lutut tidak bergeser kearah depan.
Cedera ACL sering terjadi pada olahraga high impact, seperti pada sepak bola, futsal, tennis, badminton, bola basket dan olah raga bela diri.

Pasien dengan cedera ACL dapat menjalani hidup seperti biasa, misalnya berjalan, namun akan sulit melakukan aktivitas high impact, misalnya berlari atau melompat. Bahkan kadang kadang aktivitas turun naik tangga juga sudah sangat mengganggu karena lutut terasa nyeri.
Sekali saja ACL putus, jangan berharap akan bisa sembuh dengan sendirinya. Jika dibiarkan, maka tulang rawan sendi lutut akan rusak sehingga menimbuikan perkapuran sendi pada usia dini. Pada penderita cedera ACL dibawah usia 40 tahun, karena aktivitas masih sangat tinggi, maka tindakan operasi adalah pilihan yang terbaik.

Operasi untuk cedera ACL yang sekarang dilakukan adalah dengan tehnik Arthroscopy, yakni suatu operasi bedah sayatan minimal, dimana seluruh prosedur dilakukan dengan menggunakan kamera, tidak ada luka besar di lutut. Setelah operasi pasien akan langsung dapat merasakan lututnya sangat stabil, dan kira kira setelah enam bulan rehabilitasi, pasien akan dapat kembali melakukan aktivitas high impact sports.

Bila cedera ACL terjadi pada anak, dahulu dokter bedah enggan untuk mengoperasi dan merekonstruksi sendi lutut anak yang mengalami cedera ACL karena beresiko mengganggu pertumbuhan plate ( pelat sendi ) si anak. Kekhawatiran tersebut didasarkan bahwa sebelum seorang anak mencapai usia kematangan tulang, sekitar 12-13 tahun pada anak perempuan dan 14-15 tahun pada anak laki laki, operasi ini dapat membuat pertumbuhan plate menjadi tidak seimbang. Jika hal itu terjadi, maka kaki si anak bisa mengalami ketidak seimbangan hingga kecacatan.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa masalah yang ditimbulkan oleh resiko pertumbuhan plate jauh lebih kecil dbandingkan dengan resiko kerusakan permanen pada lutut jika operasi ACL tidak segera dilakukan.

Sumber: Health First vol 8 Okt-Des 2009

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:01 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Wed Jun 23, 2010 7:59 pm

ARTHROSKOPI SENDI BAHU
Untuk memperbaiki kerusakan akibat cedera bahu, bisa dilakukan dengan prosedur arthroskopi. Arthroskopi bahu adalah suatu prosedur tindakan operasi pada bahu dengan menggunakan kamera yang dihubungkan dengan monitor. Seperti tindakan endoskopi lainnya, kelebihan tehnik ini adalah sayatan yang minimal, aman, nyaman, serta hanya membutuhkan waktu perawatan selama satu hari.

Arthroskopi dapat diterapkan untuk kelainan yang disebabkan oleh cedera olah raga dan kaku sendi ( frozen shoulder ) yang gagal dengan cara konservatif.
Frozen shoulder adalah suatu gangguan bahu yang sedikit atau sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit, tidak memperlihatkan kelainan pada foto rontgen, tetapi menunjukkan adanya pembatasan gerak baik secara aktif maupun pasif pada semua pola gerak.

Prosedur arthroskopi juga bisa diterapkan pada:
1. Dislokasi bahu yang baru ( fresh ) atau lama ( neglected ).
2. Bahu yang sering keluar masuk ( habitual dislokasi bahu ).
3. Diagnostik kelainan sendi bahu.
4. Robekan otot atap bahu ( rotator cuff tear ).
5. Lesi Bankart.
6. Lesi SLAP.
7. Pengapuran sendi bahu.
8. Pecahan tulang lepas.
9. Impigment Syndrome.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:00 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Wed Jun 30, 2010 7:38 pm

DAUN TELINGA DIAMBIL DARI TULANG RUSUK
Wednesday, 07 July 2010 - Seputar Indonesia
SURABAYA(SI) – Untuk pertama kali Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan Surabaya menggelar operasi penanaman daun telinga buatan. Operasi yang digelar di ruang operasi Departemen Bedah ini memakan waktu hampir enam jam.Daun telinga ini diambil dari tulang rusuk bagian kanan dan kiri. Tim dokter membuat dua daun telinga, yakni telinga kanan dan kiri. Operasi dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah pembuatan daun telinga.

Setelah kedua tulang rusuk itu diambil,tim dokter kemudian menanamkannya di kedua lubang telinga pasien bernama I Gusti Ngurah Made Putra Eriawan. Selanjutnya, tahap kedua, tim dokter kembali akan melakukan operasi yakni pembentukan daun telinga. ”Ini akan kami lakukan enam bulan mendatang, setelah kita melakukan evaluasi atas perkembangan daun telinga,”ujar Kepala Departemen Bedah RSAL dr Ramelan, dr IDG Nalendra DI Sp BSpB(K) TKV,kemarin.

Ada empat dokter ahli yang terlibat dalam operasi ini,yakni dr Bambang SpBP, dr Sulandari Sp THT, dr Pandu Sp An, dan dr Niko Sp An.Menurut Nalendra, lubang telinga sebelah kiri dari pasien ini tertutup, sedangkan sebelah kanan normal. Enam bulan mendatang, pihaknya akan melakukan operasi untuk membuka lubang telinga itu.”Nanti yang tertutup ini akan dibuka untuk saluran telinga,” imbuhnya.

Nalendra menjelaskan, kelainan yang dialami oleh pasien yang akrab dipanggil Made ini merupakan cacat bawaan. Memang tidak ada masalah yang serius terhadap pendengarannya.Tapi, secara psikologis,anak menjadi malu ketika berinteraksi dengan teman bermain atau teman sekolahnya. ”Rambut anak ini kan dibiarkan panjang, untuk menutupi lubang telinganya,”katanya. Kekurangan salah satu bagian tubuh dari bayi tersebut disebabkan kurangnya protein yang dikonsumsi ibu.

Untuk menghindari itu, ibu harus sering konsultasi ke dokter kandungan sekaligus mengonsumsi protein. ”Setelah operasi ini, dalam tiga hari akan kami beri antibiotik agar tidak terjadi infeksi. Sejauh ini tidak ada efek yang ditimbulkan dari penanaman daun telinga ini,”urainya. Sementara itu,ibu Made,Ketut Rahma, yang kemarin menunggui anaknya di ruang tunggu bagian bedah mengaku, selama ini pendengaran anak kedua dari ketiga bersaudara ini tidak ada masalah.

Bahkan, siswa kelas II SMPN III Tabanan,Bali,ini pernah masuk dalam peringkat dua. Semasa duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) Made juga sering menjadi pemimpin teman-temannya. Sampai menjelang operasi, rambut anaknya masih panjang untuk menutup lubang telinganya. Untuk kepentingan operasi, rambut ini pun akhirnya dipotong. ”Waktu hamil saya tidak merasakan firasat apa pun.

Ketika lahir tahu-tahu mengalami kekurangan fisik,”tuturnya. Guru TK ini mengaku, sebelumnya tidak pernah terpikir untuk operasi penanaman daun telinga bagi anaknya. Hal itu dikarenakan tidak ada biaya yang cukup. Selain itu, selama ini tidak ada masalah mengenai pendengaran anaknya. Lantaran salah satu keluarganya ada yang bersedia membiayai, akhirnya Ketut Rahma bersedia anaknya dioperasi.

”Saya tidak tahu persis berapa biaya.Yang menanggung budenya Made,”tukasnya. Setelah operasi, kata Rahma, dirinya berharap anaknya memiliki daun telinga seperti anakanak yang lain sehingga tidak perlu minder. Sering kali dia terpaksa mendatangi wali kelas Made agar tidak memotong rambutnya. ”Biasanya kan wali kelas gantiganti. Nah, saat itu saya beri penjelasan pada wali kelas. Mereka pun paham dan tidak memotong rambut anak saya,”ungkapnya. (lukman hakim)


_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Fri Jul 09, 2010 4:27 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 01, 2010 8:38 pm

BEDAH PLASTIK TAK HANYA UNTUK KECANTIKAN
Senin, 18 Januari 2010 | 15:40 WIB
KOMPAS.com - Kemajuan teknologi kedokteran saat ini memungkinkan siapa saja untuk menjalani rekonstruksi pada tubuhnya. Rekonstruksi, atau perubahan bentuk wajah dan anggota tubuh lain ini seharusnya tidak melulu dipandang secara negatif. Rekonstruksi wajah dan payudara tidak hanya dibutuhkan oleh wanita yang menginginkan hidung yang lebih mancung, atau payudara yang lebih montok, tetapi juga oleh pasien bibir sumbing, pasien kanker payudara, pasien dengan tulang kepala yang bocor akibat pengangkatan tumor, bayi yang lahir tanpa tulang tengkorak, atau pasien dengan kelainan wajah lain yang begitu parah sehingga kerap tak menyerupai manusia lagi.

Namun siapa saja yang menginginkan rekonstruksi wajah atau anggota tubuh seperti ini, hendaknya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum menjalani operasi. Jangan sampai nasib Anda berakhir seperti mantan Miss Argentina tahun 1994, Solange Magnano, yang tewas akibat proses pengencangan bokong pada November 2009 lalu. Penyebab kematiannya ditengarai akibat terjadinya emboli, atau penyumbatan pembuluh darah akibat materi yang tidak larut.
''Setiap pasien yang ingin bedah plastik, harus menanyakan dengan jelas seperti apa prosedurnya. Dan yang pasti jelaskan, seperti apa ekspektasi terhadap hasil operasi itu,'' tegas dr Enrina Diah, SpBP, dari klinik Ultimo Aesthetic & Dental Center.

Namun bedah plastik memang menjadi pilihan bagi orang yang mampu menjalaninya, dari segi finansial, untuk mengubah bentuk tubuh menjadi lebih baik. Misalnya saja, prosedur untuk memancungkan hidung, membesarkan kelopak mata, atau membuat bibir terlihat lebih penuh. Operasi hidung biasanya dilakukan dengan implan tulang rawan dari telinga. Operasi ini dilakukan secara bertahap, dan hanya butuh satu kali operasi saja. Meskipun demikian, hasilnya bisa bertahan seumur hidup. Untuk kelopak mata, bisa bertahan 7-10 tahun. Sementara untuk membentuk bibir menjadi lebih penuh, digunakan filler yang bertahan 1 tahun. Bisa juga dengan menggunakan lemak sendir, yang bisa bertahan seumur hidup.

Sedot lemak adalah prosedur lain yang cukup diminati pasien. Maklum, hasilnya kini lebih halus dan lebih sedikit pendarahan. ''Cara ini juga tidak merusak kulit,'' tegasnya. Teknologi terkini untuk sedot lemak disebut Vaser, yang memanfaatkan gelombang ultrasound generasi ketiga. Gelombang tersebut akan menghancurkan lemak menjadi butiran-butiran halus, sehingga lemak yang disedot lebih cepat karena tidak terhambat. ''Dulu, lemak yang diambil kadang-kadang masih berbentuk gumpalan-gumpalan yang besar. Gumpalan yang terlalu besar inilah yang kadang menjadi penyumbat pembuluh darah dan bisa menyebabkan kematian,'' ujar lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1997 ini. Operasi sedot lemak hanya berlangsung sekitar 1-2 jam, dan memungkinkan pasien untuk langsung pulang di hari yang sama.

Di samping prosedur-prosedur yang sudah populer dan lebih "mudah", ada pula prosedur yang lebih ekstrim, yaitu pembedahan rahang. Operasi ini sangat mengutamakan presisi, agar bagian tubuh yang semula berantakan dapat dirapikan. Bila prosedur ini berjalan sesuai yang diharapkan, wajah akan berubah total.
''Operasi ini juga hanya butuh hitungan jam saja. Semua operasi dilakukan dari dalam mulut, sehingga tidak terlihat bekasnya,'' imbuh Enrina, yang merupakan dokter bedah craniofacial (bedah seputar wajah dan kepala) pertama di Indonesia. Dengan menjalani prosedur semacam ini, tak jarang pasien yang semula dilihat sebagai "monster" oleh lingkungannya, akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:00 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 01, 2010 8:40 pm

BEDAH PLASTIK MATA PALING BANYAK DIMINATI
Rabu, 16 Januari 2008 | 17:25 WIB
Kompas.com - JAKARTA, KCM - Operasi plastik atau bedah kosmetik di Indonesia kini makin banyak diminati masyarakat. Kebutuhan akan penampilan yang sempurna dan tetap awet muda menjadi salah satu latar belakangnya. Di antara berbagai jenis operasi kecantikan atau bedah plastik yang ada, operasi untuk memperbaiki atau memperindah mata adalah yang paling banyak diminati saat ini. "Operasi plastik untuk memperindah mata adalah jenis operasi yang paling banyak diminta pasien di Indonesia saat ini," ungkap Dr Irena Sakura Rini MARS, SpBP, spesialis bedah plastik dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) dalam talkshow bertajuk The Quest for Beautiful Eyes : A Cosmetic Lens Trend Report di Jakarta, Rabu (16/1).

Jika diperingkat, lanjut Irena, operasi mata menempati posisi teratas setelah jenis bedah kecantikan lainnya seperti memperbaiki alis, facelift (pengencangan kulit muka), dan operasi membuat kelopak mata bagi pasien yang tak punya kelopak mata. "Saat ini memang belum ada data pasti mengenai jumlahnya. Tetapi dari praktik yang saya lakukan sehari-hari, dari 10 pasien rata-rata lima hingga enam meminta operasi mata, sisanya bisa operasi hidung, payudara, tummytuck (merapikan perut) dan lipposuction," ungkap Irena yang juga aktif dalam Pengembangan Riset & Program Finansial PERAPI atau IAPS (Indonesian Association of Plastic Surgeons). Menurut Irena, operasi kecantikan pada mata banyak digunakan untuk memperindah bagian kelopak mata bawah maupun atas. "Bedah plastik dapat memperbaiki kelopak yang keliatan mengantuk atau dipenuhi lemak. Juga memperbaiki kelopak mata yang tipis," ujarnya

Bagian Gaya Hidup
Kebutuhan akan bedah plastik di Indonesia memang cenderung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan perubahan gaya hidup dan bergantinya persepsi akan kecantikan. "Bedah plastik kini telah menjadi bagian dari gaya hidup atau lifestyle khususnya masyarakat kota besar. Bedah plastik kini tak hanya sekedar untuk memperbaiki penampilan saja, namun juga untuk menambah rasa percaya diri," ungkap Irena. Sekitar dua puluh tahun lalu, lanjutnya, masyarakat Indonesia masih agak canggung dengan bedah plastik. Namun seiring waktu dan bukti keberhasilan, masyarakat makin percaya dan lebih terbuka untuk bertanya dan menjalani bedah plastik.

"Bedah plastik kini sudah menjadi pembahasan rutin di kota-kota besar. Bahkan sekarang ibu-ibu bisa mengenal bedah plastik lewat acara arisan. Mereka mengundang dokter ahli untuk menjelaskan risiko dan prosedurnya. Ibu-ibu juga datang ke klinik rame-rame, bisa membawa suami atau anak-anaknya," terang Irena yang juga membuka klinik di daerah Ciawi Bogor. Seiring waktu pula, kata Irene, tren bedah plastik di Indonesia telah mengalami pergeseran sejak 20 tahun lalu. "Bila dulu bedah plastik hanya digunakan untuk perbaikan yang tak kelihatan pada bagian yang tertutup seperti payudara atau dinding perut. Tetapi kini digunakan untuk yang kelihatan seperti bagian wajah atau lengan," katanya.

Bedah plastik pun kini tak cuma milik para wanita saja, tetapi kaum Adam pun banyak yang menjalaninya sebagai cara untuk memperbaiki penampilan. "Prosentasenya memang lebih banyak wanita ketimbang pria. Tapi para pria lebih spesifik dalam memilih kebutuhannya ketimbang para wanita. Banyak pria yang memilih lipposuction untuk mengurangi lemak di beberapa bagian tubuh," tandasnya.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 7:59 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Sat Jul 03, 2010 10:38 am

OPERASI VAGINA DAN RISIKO YANG MENGINTAI
Vera Farah Bararah - detikHealth - Kamis, 01/07/2010 18:15 WIB
Jakarta, Saat ini semakin banyak operasi plastik yang dilakukan orang untuk memperbaiki anggota tubuhnya, termasuk meremajakan vagina. Tapi setiap operasi pasti ada risikonya, apa saja risiko dan komplikasi dari operasi vagina? Operasi peremajaan vagina masih menjadi teknik baru dan belum banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat efek jangka panjangnya. Namun seperti halnya semua jenis operasi pasti memiliki risiko yang patut untuk dipertimbangkan.

Seperti dikutip dari Mamashealth, Kamis (1/7/2010) risiko utama dari operasi peremajaan vagina adalah perdarahan yang berlebihan, infeksi, serta risiko jaringan parut yang dapat memicu komplikasi pasca operasi. Risiko jaringan parut biasanya menjadi masalah yang lebih serius pada operasi ini dibandingkan dengan operasi lain, hal ini karena sifat sensitif dari vagina. Meskipun hanya sedikit ujung saraf vagina yang terlibat dalam operasi ini, tapi pemotongan ujung saraf tersebut bisa mengakibatkan perubahan yang semi permanen atau terkadang menimbulkan sensasi permanen.

Pada beberapa perempuan, operasi ini memberikan sensasi mati rasa dalam vaginanya sehingga membuat operasi tidak efektif. Kondisi ini tidak akan membuat kehidupan seksnya meningkat, tapi justru akan menjadi kurang menyenangkan karena ada sensasi yang kurang saat penetrasi. Selain itu parut yang berlebihan dapat menjadi bencana bagi masa depan hubungan seksualnya. Dalam beberapa kasus, pasien operasi peremajaan vagina ini mengalami perdarahan, infeksi yang membutuhkan antibiotik panjang atau yang paling serius membutuhkan operasi kedua. Selain itu pada kasus yang langka bisa menyebabkan cedera pada kandung kemih, rektum atau kedua organ tersebut.

Operasi peremajaan vagina dilakukan untuk memulihkan keketatan saluran vagina agar tidak kendur sehingga meningkatkan kenikmatan seksual baik bagi perempuan maupun pasangannya. Pada prosedur ini saluran vagina dibuat lebih sempit dengan membuang lapisan dari jaringan kanal menggunakan laser atau pisau bedah. Sampai saat ini belum diketahui efek jangka panjang dari operasi peremajaan vagina ini. Tapi dokter dan peneliti memiliki kekhawatiran bahwa efek dari prosedur ini bisa mempengaruhi jaringan dan otot vagina setelah beberapa tahun pasca operasi. Operasi peremajaan vagina bisa dilakukan melalui teknik tradisional atau menggunakan laser dengan menggunakan anestesi lokal. Prosedur ini biasanya memerlukan waktu sekitar 1-2 jam. (ver/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:01 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Wed Jul 07, 2010 5:52 am

CANGKOK OVARIUM BIKIN WANITA SUBUR SEKALIGUS PANJANG UMUR
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Kamis, 01/07/2010 13:16 WIB
Tokyo, Wanita yang menderita kanker harus menjalani terapi untuk mempertahankan hidupnya, dengan risiko kehilangan kesuburan. Tapi dengan cangkok ovarium, kini wanita dapat mengembalikan kesuburan sekaligus memperpanjang harapan hidup. Sebuah studi mengungkapkan bahwa wanita yang melakukan transplantasi atau cangkok ovarium dapat mempertahankan kesuburannya sekaligus dapat hidup lebih lama dan merasa segar kembali. Terapi kanker yang dapat menghilangkan kesuburan wanita, membuat banyak pasien muda mengambil jaringan ovariumnya dan membekukannya sebelum dilakukan terapi. Ovarium ini kemudian akan ditransplantasi kembali ke tubuhnya, dengan harapan akan mengembalikan kesuburannya.

"Selain mengembalikan kesuburan, operasi transplantasi ovarium bahkan dapat meningkatkan usia atau kemungkinan hidup lebih dari 40 persen," ujar Dr Noriko Kagawa, pemimpin studi dari Klinik Kato Ladies di Tokyo, seperti dilansir dari Dailymail, Kamis (1/7/2010). Meski Dr Kagawa menekankan bahwa masih banyak penelitian yang harus dilakukan, tapi penelitian ini sudah cukup menjanjikan. Biasanya, wanita yang sudah kehilangan kesuburan dan menjadi infertil, tidak terlalu tertarik dengan pria. Tapi hasil studi menunjukkan bahwa dengan transplantasi ini, wanita yang sudah tua bahkan akan menjadi 'muda' dan aktif kembali. Ini juga membuatnya dapat memperpanjang usia.

Dalam percobaan yang menggunakan tikus ini, Dr Kagawa menjelaskan bahwa tikus yang menerima 2 ovarium akan bertahan hidup rata-rata 915 hari, yang menerima 1 ovarium bertahan 877 hari. Sedangkan tikus yang tidak menerima cangkok ovarium hanya dapat bertahan rata-rata 525 hari.
Belum diketahui pasti mengapa ovarium dapat memperpanjang usia, tapi menurut Dr Kagawa ini dimungkinkan karena transplantasi ovarium dapat mendorong kelanjutan fungsi hormon normal dalam tubuh. (mer/up)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:02 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 6569
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 08, 2010 8:57 pm

OPERASI ESTETIKA KENCANGKAN OTOT ORGAN INTIM
Jum'at, 31 Juli 2009, 16:59 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Sebagai wanita tentunya ingin daerah V atau organ intim selalu dalam keadaan baik. Selain merawatnya secara teratur, banyak wanita yang melakukan operasi untuk memperbaiki bentuk atau mengencangkan otot vagina. Ada beberapa jenis operasi estetika vagina, tetapi mungkin Anda lebih sering mendengar istilah vaginoplasty. Sebenarnya ada dua jenis lainnya yaitu labiaplasty, hymenoplasty. Fungsi dari masing-masing operasi tersebut memiliki perbedaan. Berikut beberapa perbedaannya.

Labiaplasty
Labia atau bibir vagina terdiri dari dua bagian yaitu labia mayor (bibir terluar yang menutup liang vagina) dan labia minor (bagian dalam yang menutupi lubang saluran air seni dan vagina itu sendiri).

Bagi beberapa wanita yang merasa bentuk labia ini terlalu besar atau kurang simetris, bisa melakukan labiaplasty. Yaitu mengurangi ukurannya dan memperbaiki bentuknya. Selain itu, labiaplasty juga menjadi alasan untuk lebih cepat mendapatkan orgasme. Hal itu karena klitoris yang sangat menentukan kepuasan wanita terletak di labia minor.

Vaginoplasty
Bagi wanita yang sudah beberapa kali melahirkan otot vaginanya cenderung mengendur. Dengan vaginoplasty, otot vagina akan dikencangkan kembali dan lebih elastis. Selain otot vagina, vaginoplasty juga bisa mengencangkan otot panggul. Spesialisasi dari
vaginoplasty adalah pada pengencangan otot-otot sekitar vagina termasuk perineum yang merupakan salah satu daerah intim wanita yang sensitif karena dikelilingi oleh puluhan urat syaraf.

Hymenoplasty
Hymenoplasty adalah operasi perbaikan atau rekonstruksi selaput dara. Operasi ini diperuntukkkan bagi wanita yang ingin mengembalikan lagi hymen atau selaput daranya sama seperti ketika masih perawan. Operasi ini juga diperuntukkan bagi wanita korban pemerkosaan atau pelecehan seksual.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar